X adalah seorang pria yang kurang ekspresif, kaku, dan dingin. Cerita ini bermula dari X yang masih sekolah, tepatnya kelas 3 SMP. Kehidupan yang membosankan pasti dialami oleh X sebab kegiatan yang monoton selalu dilakukannya.
Tidak ada sisi yang menarik dari X.
Suatu saat X sedang pergi membeli makanan. Di tengah perjalanan, X melihat seorang gadis yang meminta tolong karena doggy-nya tertabrak oleh pengendara motor yang tidak bertanggung jawab. X yang kebetulan lewat tergerak hatinya untuk menolong dan doggy tersebut segera dibawa ke dokter hewan. Dokter hewan yang sigap saat itu berhasil menyelamatkan Bobby (nama doggy).
Pertemuan tersebut ternyata mengubah kehidupan X. Kehidupan yang monoton menjadi bersinar karena X mulai akrab dengan Y. Ternyata Y adalah gadis yang ceria, baik, dan pengertian. Sikap Y yang riang dan pengertian membuat X betah berbincang-bincang dengannya. Bahkan muncul perasaan suka pada X. Keseharian X yang biasa saja, menjadi bervariasi. X berubah menjadi lebih seseorang yang lebih humoris dan terbuka.
Singkat cerita, X jadian dengan Y. Pasangan ini merupakan pasangan yang paling berbahagia, dimana keduanya saling memahami satu sama lain. Saat liburan sekolah tiba, X mengajak Y untuk pergi ke negeri tetangga. Setelah mengalami perundingan, X dan Y akhirnya berangkat. Sesampainya di sana, X dan Y menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan, bermain, bersenda gurau, dan menikmati suasana negeri tetangga.
Tragedi terjadi saat mau pulang. X yang ketinggalan paspor-nya menyuruh Y pulang duluan dengan bus yang sudah dipesan agar sampai di rumah tidak terlalu malam, dan X balik ke hotel untuk mengambil paspor. Dalam perjalanan, ternyata bus yang ditumpangi Y mengalami kecelakaan. Y meninggal dalam kecelakaan tersebut. Mengetahui hal tersebut, X menjadi merasa bersalah, kehilangan, dan terus menyalahkan dirinya sendiri. X akhirnya jatuh sakit.
Dalam rumah sakit, X masih memikirkan Y. Seandainya waktu itu X tidak meninggalkan Y, pasti hal tersebut tidak akan terjadi. Perasaan bersalah tersebut terus menghantuinya sehingga penyakit X malah bertambah parah dan menurut dokter harus dilakukan operasi besok karena ditemukan tumor dalam perut. Malam hari sebelum waktu operasi, X melihat Y mengunjunginya. Dalam kegelapan malam, Y seakan berkata untuk selalu semangat dan Y pergi sambil tersenyum manis. Ajaibnya, kesehatan X mulai membaik dan tumor yang ada dalam perutnya tidak ditemukan lagi.
X pun sembuh dan menjalani kehidupannya lagi. Namun sampai saat ini, X belum bisa melupakan Y. Hatinya masih tertutup. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh X? Bagaimana cara X melupakan sakit yang masih membekas dalam hatinya? Apakah X harus kembali ke kehidupannya yang dulu? Atau melangkah ke depan yang lebih baik?
Hanya X yang bisa menjawab semua itu… .
Last Comment