Arsip untuk November, 2008
Blood Types
Scared
Hari ini hari yang aneh . . Pagi-pagi ke kampus eh. . ada yang bilang “kicut”. Entah kenapa, tanpa sebab, tanpa tanda-tanda, kata” itu terngiang di telinga mulu : “@#^%@&%”. Nah mulailah kejadian tak jelas saat makan di sebelah rumah sakit, pas selesai makan dan suasana hujan yang harusnya dingin menjadi puanas, gimana ga panas, ada yang tiba” nantangin dan tak lama kemudian jadi terbawa suasana juga
mulailah round two.
Gang Fight
Gang Fight = Tawuran
Beberapa hari ini banyak sekali berita mengenai tawuran mahasiswa. Apa yang terjadi pada bangsa ini ? Mahasiswa tidak berbeda dengan preman-preman. Mahasiswa yang dikatakan sebagai “kaum intelek”, “pemimpin bangsa masa depan” malah bertindak tidak semestinya. Adu jotos, kekerasan, dan saling ejek mewarnai tawuran mahasiswa, bahkan dalam tawuran tersebut sarana publik pun dirusak. Hal ini tentu mencoreng nama baik pendidikan di Indonesia.
Promodel
SIMSIS (Simulasi Sistem) sebenarnya sangat menarik dan menantang. Tapi . . . beberapa hal membuatnya jadi sangat _ _’
Hal-hal yang membuat SIMSIS jadi tidak menarik lagi, antara lain :
1. Masih pake PROMODEL vers. 4, padahal sekarang sudah muncul PROMODEL vers. 7.5 (Bedanya jauh lagi, soalnya yang baru lebih user-friendly
) Lanjutkan membaca ‘Promodel’
Pellmell
Dari empat mata kuliah, cuma masuk satu. OMG, what happen? Aya Naon
Godaan, keinginan, kemauan, dan sedikit percikan ‘api’ membuat hari ini kehilangan tiga mata kuliah
Dipikir-pikir, kacau juga yah, hmm.. harus berubah nih, jangan terpancing keinginan sesaat, harus lebih tegar, berpikir ke depan
Love = Waiting for a Jitney
Cinta seperti orang yang mau naik angkot
Sebuah angkot datang, dan kamu bilang “Wah. . terlalu penuh, ga nyaman, tunggu yang lain aja”
Kemudian datang angkot lagi, kamu melihat dan berkata “angkotnya bobrok, males, gak mau ah”
Angkot berikutnya datang, bagus, tampak nyaman, dan kamu berminat, tapi lewat begitu saja seakan-akan tidak melihatmu.
Waktu terus berlalu dan kamu bisa terlambat sampai tujuan, sehingga kamu memutuskan untuk naik angkot yang berikutnya saja.


Last Comment