“We tend to forget that happiness doesn’t come as a result of getting something we don’t have, but rather of recognizing and appreciating what we do have“
Pada masa sekarang ini, orang cepat sekali depresi. Terlalu banyak yang mengeluh, terlalu banyak yang bosan, terlalu banyak yang protes ini dan itu. Jikalau ditanya kenapa ? mayoritas orang akan menjawab karena kurang puas, kurang ini dan itu yang intinya tidak “bahagia”. Tetapi kalau ditanya apa yang sudah dilakukan ? hampir semua menggeleng-gelengkan kepala atau mengangkat bahunya, dibarengi dengan “yah pokoknya bla.. bla.. bla.. “. Entah kenapa “meratapi nasib” menjadi populer.. dan parahnya lagi sampai ada yang nekat melakukan hal-hal yang ekstrim
Apa yang dimaksud dengan “bahagia” ? apakah liburan setiap hari akan membuat “bahagia” ? apakah melaksanakan rutinitas kerja dibilang “tidak bahagia” ? apakah mendapatkan suatu barang baru dibilang “bahagia” ? apapun itu, setiap orang mempunyai definisi “bahagia” dan “tidak bahagia”nya sendiri, walaupun terkadang mencampuradukkan “kesenangan” dengan “kebahagiaan”.. sometimes something good don’t look nice and sometimes something nice don’t look as good as you think..
Apa yang terjadi saat menunggu lampu merah di persimpangan jalan ? sadar atau tidak sadar, saat lampu hijau akan menyala, banyak pengemudi yang membunyikan klakson bahkan sampai ada yang teriak “woi maju-maju”. Ini bisa dikatakan anomali lalu lintas
Seharusnya klakson dibunyikan hanya sebagai peringatan, bukan sesuatu yang hampir dikategorikan “kebiasaan”. Perubahan-perubahan kecil seperti ini juga dapat dilihat dari kendaraan-kendaraan yang mengambil jalur kendaraan lain (jalan pintas) dengan alasan macet, sehingga macet malah semakin parah akibat tidak adanya saling pengertian lagi. Semua orang memaksakan kepentingannya sendiri, yang akibatnya justru kepentingan dirinya dan orang lain menjadi terhambat.
Semua orang di dunia pasti mementingkan kepentingannya sendiri terlebih dahulu, baru melihat kepentingan yang lain. Namun perlu diketahui bahwa kepentingan orang yang satu pasti ada kalanya terbentur dengan kepentingan orang yang lainnya, sehingga sangat dibutuhkan yang namanya saling pengertian. Susahnya orang-orang pada masa ini adalah tidak semua orang mau mendengarkan / diberitahu / diceramahi / diajari / apapun istilahnya. Jadi mulailah dari diri sendiri, sebab sebelum merubah yang ada di depan, ubahlah yang akan ke depan sehingga yang depan juga akan terpengaruh. Just inspire . . .

Happyness is a matter of choice, so choose it!